Ya sy sdng bersiap menapaki jalan takdirku….

View on Path

Iklan
Dipublikasi di PSIKOLOGI | Meninggalkan komentar

Perempuan dan Bencana[1]

Oleh: Mastur, S.Psi, M.A.[2]

  1. Pendahuluan

Secara geografis Indonesia merupakan Negara yang berada di lempeng tektonik dan cincin api (ring of fire), sehingga banyak ahli menyimpulkan bahwa dengan kondisi geografis seperti ini seluruh wilayah Indonesia sangat rentan mengalami dan menghadapi bencana. Sesungguhnya telah banyak bukti empiris yang mendukung kesimpulan tersebut, laut telah memberi pengalaman dalam bentuk tsunami. Selain itu gunung meletus, banjir dan tanah longsor seakan menjadi program tahunan alam. Turner & Pidgeon (1997) menyatakan bahwa ada dua jenis bencana yakni bencana alam (disaster) yang disebabkan oleh alam itu sendiri (natural disaster) dan bencana yang disebabkan oleh ulah tangan manusia (man made disaster). Kenyataan geografis Indonesia yang berada di antara lempeng tektonik dan cincin api menegaskan bahwa Indonesia merupakan Negara yang berada pada domain natural disaster, hal ini diperparah dengan perilaku penduduknya yang bebas saja melakukan penggundulan hutan dengan alasan pembukaan lahan, pembalakan liar, eksplorasi alam berlebihan dengan alasan tambang, membuang sampah sembarangan dan sebagainya (man made disaster), maka lengkaplah pandangan Turner & Pidgeon tersebut pada Negara Indonesia. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di KONSELING ISLAM, OPINI, PSIKOLOGI | Meninggalkan komentar

Gendang Bleq

Gendang Bleq

Ritual Adat Ngayu Ayu di Desa Songak Kecamatan Sakra Lombok Timur NTB

Gambar | Posted on by | Meninggalkan komentar

Selebritisme dan Syndrome Inferiority Complex

Oleh: Mastur Sonsaka

Abstract

Human is anorganism that always tends to have a pleasure (Freud, 1996:26). He calls it as the Id mechanism (a biological aspect of human being) which always demands an actualization of its satiation. Indonesian society on sociology perspective is as a society which was colonized by capitalism countries, even up to present it is still under the grip of capitalism countries (well known as neo-imprialism). This phenomenon grows and increases the hedonistic culture and consumptive culture toward Indonesian society. Celebritisme phenomenon (pop culture/Hollywood culture) toward Indonesian society, its teenagers, becomes a proven of individual and social reality (two assumptions mentioned previously). Mass media, then, has a great role in influencing personal counsciousness and it directs Indonesian society to be have what mass media exposes or present. Mass media contextually, has a dominant and great role in growing and developing celebritism mentality of Indonesian society.

 

Kata kunci: Selebritsme, syndrome inferiority complex dan post-kolonial

Pendahuluan

Gaya hidup glamor, hura-hura dan seabrek gaya hidup hedonistic lainnya merupakan gambaran pola hidup yang mengelilingi kehidupan seleb, paling tidak itulah gambaran yang terinternalisasi dalam aras imajinasi masyarakat awam. Selebriti sebagai salah satu “figure masyarakat” (public figure) seolah telah menjadi pusat kehidupan masyarakat terutama kaula muda. Stephen R. Covey mendefinisikan pusat kehidupan sebagai keadaan dimana komunitas atau individu mengarahkan segala kapasitas diri baik kognitif, afektif, konatif maupun psikomotorik demi menyentuh apa yang disangka menjamin kelangsungan hidup. Fenomena menjamurnya kontestan audisi Akademi fantasi XFactor, The Voice Indonesia, Indonesia Mencari Bakat (IMB), PILDACIL dan sejenisnya diseluruh kota, paling tidak membuktikan bahwa imajinasi kaum muda Indonesia akan nikmatnya hidup sebagai selebriti telah menjadi pusat kehidupan. Freud (1988) mengakui bahwa prinsip kesenangan, kenikmatan dan kepuasan merupakan impuls yang menggerakkan perilaku spesies manusia, yang kemudian disebut dengan istilah Id.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di PSIKOLOGI | Meninggalkan komentar

Muslihat Mengincar Saham Newmont Nusa Tenggara

Disunting dari Majalah Tempo Tanggal 16 Mei 2011 PENGUASAAN pemerintah terhadap aset sumber daya yang bernilai strategis seharusnya didukung Dewan Perwakilan Rakyat. Maka sikap Komisi Keuangan DPR yang malah menolak rencana pemerintah mengambil tujuh persen saham divestasi PT Newmont Nusa … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

REMAJA DALAM KUBANGAN KONSUMERISME

Belanja, adalah kata yang sering digunakan sehari-hari dalam konteks perekonomian, baik di dunia usaha maupun di dalam rumah tangga. Namun kata yang sama telah berkembang artinya sebagai suatu cerminan gaya hidup dan rekreasi pada masyarakat kelas ekonomi tertentu. Belanja juga … Baca lebih lanjut

Galeri | Tag | Meninggalkan komentar

Sekelumit Tentang Cultural Theory

Gerakan Strukturalisme yang muncul pada tahun 1950-an mengubah cara pandang pemahaman budaya secara radikal. Strukturalisme memiliki beberapa ciri, yaitu 1) Mekanisme turunan yang ada di dalam menjelaskan kehidupan sosial di permukaan yang terlihat kacau, tidak dapat diprediksikan dan beragam 2) Mekanisme turunan yang ada di dalam memiliki struktur yang teratur dan berpola 3) Peneliti bersikap objektif saat meneliti budaya 4) Budaya mirip dengan bahasa sehingga memiliki elemen-elemen seperti tanda dan konsep 5) Pendekatan strukturalisme berfokus pada peran dan cara kerja sistem atau struktur budaya sehingga strukturalisme cenderung meminimalkan, mengabaikan atau bahkan menolak peran manusia sebagai subjek. Ada empat tokoh terkenal Strukturalisme, yaitu Ferdinand de Saussure, Claude Levi- Strauss, Roland Barthes dan Marshal Sahlins. Ferdinand de Saussure dikenal sebagai bapak Linguistik. Karyanya yang paling terkenal adalahCourse in General Linguistics yang diterbitkan setelah Saussure tiada. Menurut Saussure, bahasa pada dasarnya adalah sebuah proses signifikasi yang kompleks. Bahasa terdiri dari imej akustik (kata, suara) yang memiliki kaitan dengan konsep (benda atau ide) secara arbitrer. Untuk memahaminya, kita harus menemukan struktur dan fungsi sistem tanda ini. Bahasa bekerja berdasarkan struktur perbedaan sehingga bahasa tepat untuk dianalisis secara sinkronis (sejaman). Saussure juga membedakan antaralangue (struktur/ sistem bahasa) danparole (ujaran). Strukturalisme lebih berfokus padalangue dibandingkanparole. Selain itu, Saussure juga meramalkan akan adanya ilmu yang membahas tentang tanda dalam kehidupan sosial, yaitu Semiologi atau Semiotik. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di LINGUISTIK | Tag | Meninggalkan komentar

SEJARAH MASJID KUNO SONGAK LOMBOK TIMUR NTB

Ole: Papuq Bangak

Masjid Pusaka ini adalah termasuk salah satu aset Desa Songak yang sekaligus merupakan kekayaan yang tiada ternilai harganya bagi Masyarakat  desa Songak ,bahkan bagi semua umnat Islam di pulau lombok tercinta ini. mengapa demikian…..sebab Masjid adalah rohmatalli’alamin, namun kenyataannya tidak lah demikian Masjid pusaka ini hanyalah rohmatallissonga’I  itupun hanya untuk sebagian kecil masyarakat songak.. Hal ini disebabkan karena keterbatasan pengetahuan dan kesadaran akan keutamaan Masjid.  .Kita bagaikan tak tahu diuntung ,banyak menyia-nyiakan kesempatan untuk mendatangi masjid padahal tidak ada diantara kita semua yang tidak tahu bahwa masjid itu  baitulloh (Rumah Alloh) yang semestinya kita senang  mendatanginya. namun kita dalam keadaan terbalik, malah kita semua  lebih senang mendatangi rumah para  pejabat agar mendapat sekedar sapaan dari sang pejabat sebagai pemilik rumah. sedangkan safaan ramah dari Alloh yang maha mulia tidak  prnah kita harafkan, ini adalah keadaan masjid secara umum,terlebih lagi Masjid Pusaka ini adalah peninggalan para  kiyayi yang mumpuni dibidang ilmu agama bahkan ada yang mengatakan  bahwa Ki Sanga Pati itu adalah sekelompok jamaah para Waliyulloh yang cukup takarrub kepada alloh azzawa jalla. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SEJARAH | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Teori Marxisme

Klas-Klas Sosial dan Perjuangan Klas

Doug Lorimer

Apakah yang disebut Klas sosial itu? Mengapa terdapat

Klas-Klas dalam perkembangan masyarakat? Dimana

kedudukan hubungan antar Klas dalam kehidupan sosial

kita? Jawaban yang tepat terhadap pertanyaan-

pertanyaan tersebut akan membawa kita pada pemahaman terhadap hakekat fenomena sosial penting di jaman modern, seperti Negara, relasi-relasi politik dan kehidupan ideologis. Pendekatan Klas, melihat bahwa kehidupan masyarakat itu terbagi ke dalam Klas-Klas. Itulah salah satu prinsip metodologi Marxisme yang paling mendasar. Dalam rangka menerangkan arti penting dari prinsip ini, Lenin menulis: ‘ orang-orang selalu menjadi korban tipu muslihat atau sering menipu diri sendiri dalam kehidupan politik dan mereka akan terus bersikap demikian hingga akhirnya mereka berhasil mengetahui kepentigan-kepentingan Klas dibalik tabir tentang moral, agama, sosial politik,  dan janji-janji’. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di SOSIOLOGI | Tag | 1 Komentar

GILLES DELEUZE DAN FELIX GUATTARI

Zarrathustra

GILLES DELEUZE DAN FELIX GUATTARI

(Menemukan Kembali Anak Yang Hilang)

Latar Belakang

Keretakan wacana sejarah dari modernisme (yang meliputi humanisme, individualisme, rasionalisme, moralisme sekular dan progresivitas sejarah) ke penghancuran posmodernisme atas seluruh proyek modernisme tidak sekedar dilakukan sebagai perayaan atas kedatangan nihilisme sebagai epos katastropi. Walau bagaimanapun filsafat sebagai sistem pemikiran tidaklah hancur bersama kebangkrutan modernisme itu sendiri. Sistem tidak mengalami kebangkrutan, tetapi sesungguhnya hanya konsep sistem yang berubah (Deleuze dan Guattari, 2004: 56). Konsekuensinya adalah, bahwa memperlakukan keretakan adalah tidak sekedar melenyapkan refleksivitas dalam filsafat, melainkan mengekspresikannya dalam praktek. Wacana modernisme sendiri misalnya, sebagai proyek Pencerahan bagi Kant, menurut Foucault tidak dipahami sebagai epos, melainkan etos. Etos yang ditandai sebagai batas-sikap [limit-attitude]. Keretakan pun dimaklumkan sebagai gerak menuju di perbatasan, antara sisi luar-sisi dalam [outside-inside]. Maka ekspresi praktek sebagai cara menyikapi keretakan dilakukan dengan spirit kritik. Jika kritik Kantian adalah sebagai pengetahuan yang membatasi ke dalam universalitas teori, doktrin, atau pengetahuan yang mengakumulasi sebagai kontingen singular dan batasan arbitrer bagi pengetahuan apapun, maka bagi Foucault pertanyaan kritis hari ini harus dikembalikan ke yang positif; ke dalam kritik praktis yang gerak menuju transgresifnya adalah sebagai yang mungkin. Kritik praktis yang harus diterjemahkan ke dalam keragaman praktek (Foucault, http://www.e-text.org/text/). Dari sini, bila kritik Kantian memperlakukan klaim metafisika dengan reflektivitasnya sebagai “ratu” yang memberi batasan pengetahuan teori dan praktek, maka batas-sikap Foucault adalah cara berbicara [facon de parler] ontologi kritis tanpa kesatuan universalitas. Dan oleh Foucault itu dipraktekkan dalam permainan genealogi dan arkeologis. Kritik yang ditransformasikan menjadi ekspresi praktek dalam filsafat Deleuzian disebut dengan kreasi konsep. Filsafat adalah persoalan tentang penciptaan konsep. Kreasi konsep sebagai fungsi filsafat masih relevan (Deleuze, 1995: 136), sekalipun era metafisika lanjut dan kematian filsafat yang datang dari epos kebudayaan hari ini adalah bayangan kehancuran bagi filsafat. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di FILSAFAT | Tag | 1 Komentar

PREVENSI PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN DALAM HDI/IPM DAN MDG’S

  Perkembangan individu merupakan sebuah proses yang bertahap, berkesinambungan dan menyeluruh baik fisik maupun psikis, jika ada satu tahap dari ketiga proses ini terputus atau tidak dilalui dengan baik, maka itu disebut penyimpangan perkembangan. Proses perkembangan individu dimulai sejak tahap pra konsepsi, kehamilan, kelahiran, bayi, kanak-kanak awal dan akhir, remaja awal dan akhir, dewasa  sampai meninggal. Pada setiap tahap perkembangan terdapat factor resiko dan  faktor kerentanan akan terjadi penyimpangan perkembangan. Hal ini tentu saja sangat dipengaruhi oleh factor nutrisi, orangtua, keluarga terdekat dan lingkungan sekitar. Rupanya dunia, dalam hal ini PBB sangat memperhatikan hal tersebut, sehingga PBB dibantu oleh beberapa tokoh dunia mendisain suatu program yang disebut Millennium development Goal’s (MDG’s) dan Human Development Index (HDI)

Sasaran Pembangunan Millennium (bahasa Inggris : Millennium Development Goals atau disingkat dalam bahasa Inggris MDGs) adalah delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada tahun 2015 merupakan tantangan utama dalam pembangunan diseluruh dunia. Tantangan-tantangan ini sendiri diambil dari seluruh tindakan dan target yang dijabarkan dalam Deklarasi Milenium yang diadopsi oleh 189 negara dan ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di OPINI | Tag | Meninggalkan komentar